Minggu, 22 Februari 2015

Jasa Pembuatan Skripsi dan hukumnya

Skripsi menjadi syarat akademis untuk kelulusan seseorang meraih predikat sarjana atau S1 (Strata 1). Menjadi sarjana kebanggaan sebagian besar orang terutama kebanggaan orang tua yang telah jungkir balik biayain anaknya agar jadi Tukang Insiyur, misalnya (Tukang Insiyur; istilah sarjana teknik di serial Si Doel Anak Sekolahan). Sayangnya, kita sering menemukan oknum mahasiswa yang pada dasarnya malas atau ma'af, memiliki IQ pas-pasan tapi karena demi gengsi atau sebab tuntutan dari ini itu memaksakan dia harus menyelesaikan study hingga mendapat gelar sarjana. Seakan-akan gelar kesarjanaan jalan satu-satunya untuk pencapaian hidup yang sukses, padahal banyak cara menuju sukses. Untuk mencapai kelulusan itulah seorang mahasiswa dituntut melalui beberapa uji akademis , diantaranya membuat skripsi. Sayangnya, proses akademis yang sejatinya proses mulia untuk memberi kehormatan atas prestasi akademis seseorang diberi status pendidikan yang dibanggakan, Sarjana, malah dikotori dengan cara memanipulasi proses akademisnya menggunakan jasa pembuat skripsi dari orang-orang yang menjual jasa bikin skripsi. Memang sih, setiap ada kebutuhan di situ ada peluang, tapi mbo ya tidak harus menghalalkan segala cara untuk mengais rejeki. Sayang dong sama kualitas keilmuan Anda dengan menjual jasa bikinin skripsi orang lain. Karena dengan cara itu, artinya Anda ikut serta membodohi generasi bangsa.

Hukum Jasa Pembuatan Skripsi

Dewasa ini banyak jasa pembuatan skripsi dilakukan oleh orang-orang tertentu yang ingin mendapat uang dengan memanfa'atkan kemalasan atau keterbatasan ilmu tapi ingin mendapat gelar dengan jalan pintas. Lalu bagaimana hukumnya, pertanyaanya, apakah boleh? jawabnya, tidaaaaak dan hukumnya haram. Karena artinya Anda membantu dalam perbuatan pelanggaran, penipuan, kebohongan dan dosa. Apa yang Anda lakukan bisa dikatakan bentuk kejahatan intelektual yang dapat menimbulkan multyefect di masa depan. Di manapun sarjana aspal itu beraktifitas beresiko menghalalkan segala cara disebabkan karakter asalnya ketika meraih gelar untuk pekerjaannya menghalalkan segala cara dan itu dapat merugikan banyak orang, dengan kata lain, Anda menjadi bagian turut serta perbuatan dzalim sarjana aspal itu (baca Do'a mustazab kaum tertindas). Larangan praktek jasa pembuatan skripsi sejalan dengan firman Allah dalam Q.S Al-Maidah 5:2 "dan jangan tolong menolong dalam perbuatan dosa dan pelanggaran. Dan bertaqwaah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya."

Terus gimana status uang hasil jasanya? jelas haram bro, coba dibaca QS Al-Mukminun 51, Al-Baqoroh 172 dan sebuah hadits Riwayat Muslim;

Artinya: Rasulullah bersabda: “Wahai manusia, sesungguhnya Allah adalah Mahabaik, tidak menerima kecuali yang baik, dan sesungguhnya Allah memerintahkan kepada para Rasul. Allah ta’ala berfirman : “Hai Rasul-Rasul, makanlah dari makanan yang baik-baik, dan kerjakanlah amal yang shalih” (QS.Al-Mu’minun : 51). Dan Allah berfirman : “Hai orang-orang yang beriman, makanlah dari rezeki yang baik-baik yang Kami berikan kepadamu” (QS. Al-Baqarah : 172). Kemudian Nabi menceritakan seorang laki-laki yang melakukan perjalanan jauh, rambutnya kusut dan berdebu lalu menengadahkan kedua tangannya ke langit seraya berkata,”Ya Tuhan..ya Tuhan…”, sedangkan makanannya haram, minumannya haram, pakaiannya dari yang haram, dicukupi dari yang haram, maka bagaimana mungkin dikabulkan doanya?”
Terkait hukum jasa pembuatan skripsi dapat Anda baca juga di sini

Jika Anda salah seorang penjual jasa pembuatan skripsi, sebaiknya hentikan dan jadilah warga negara yang turut mencerdaskan bangsa. Jika Anda mahasiswa yang sedang menghadapi pembuatan skripsi, jangan menggunakan jasa pembuat skripsi, karena itu Anda sedang membohongi diri sendiri. Percayalah, gelar yang Anda dapat dengan cara yang salah tidak akan memberi manfa'at kecuali hanya tipu daya duniawi. Ini sama halnya dengan orang yang mendapat kerja di suatu perusahaan atau di pemerintahan dengan cara menyuap. Insya Allah nanti akan kita bahas ya. Prinsifnya, sesuatu yang dimulai dengan cara yang salah akan menghasilkan yang salah.