Senin, 13 Mei 2013

KH. Abdurrahman Wahid


KH. Abdurrahman Wahid">Tokoh kelahiran Denayar, Jombang 4 Agustus 1940 ini dikenal “nyleneh”, vocal dan kontroversi.  Gus Dur juga dikenal dengan wataknya yang inklusif (terbuka), Humanis, dan toleran terhadap pluralitas. Karena coraknya itulah, karena politiknya yang selalu memilih jalan tengah terhadap setiap persoalan kebangsaan, menjadikan Gus Dur meminjam istilah Ma’mun Murod, sebagai actor politik yang mumpuni. Bahkan Gus Dur menurut Emha Ainun Nadjib, sebagaimana dikutif oleh Ma’mun Murod, “Abdurrahman Wahid sebagai orang gila dalam sejarah”. “Orang Gila” yang dimaksud oleh Emha Ainun Nadjib, adalah orang yang menggagas apa yang tidak digagas orang lain, memikirkan apa yang tidak dipikirkan orang lain dan membayangkan apa yang tidak dibayangkan orang lain”.

Akumulasi dari semua karakter dan sepak terjang Gus Dur di ranah politik, membawa Gus Dur menjadi orang yang paling layak dengan kondisi politik saat itu untuk menduduki kursi kepresidenan. Keberhasilan Gus Dur menjadi Presiden juga tidak lepas dari sikap kenegarawan elit politik yang dimotori oleh Amien Rais, dan tokoh lainnya melalui saluran politik kompromi “Poros Tengah” yang terkenal itu. Mantan Ketua PP Muhammadiyah menyampaikan alasannya, “Gus Dur sebagai calon  presiden “poros tengah” tidak lain karena Gus Dur-lah tokoh  yang relative bisa diterima semua pihak”.

Abdurrahman Wahid alias Gus Dur-pun tidak tuntas genap lima tahun memimpin. Kalau sebelumnya, ketika beliau di luar lingkaran kekuasaan, sepak terjang dan gaya politiknya seakan mengobati banyak pihak yang lelah dan jenuh dengan tarik ulur kepentingan dan konflik  social yang berkecamuk. Kondisi psikologis itu membawa ke arah politik pada terpilihnya Gus Dur menjadi Presiden RI ke 4. Pertimbangan lain Gus Dur layak menjadi presiden karena reputasinya di arena demokrasi diakui dunia internasional, hingga keterpilihannya dinilai akan diterima masyarakat internasional.

Tokoh “Nyeleneh” ini juga tercatat mendapat banyak penghargaan, antara lain; Man  Of The Year 1990 versi almarhum Majalah Editor, Tokoh Terpopuler versi Harian SURYA Surabaya, Penghargaan Masagsay dari Philipina. Salah seorang Presiden pada Konferensi Dunia untuk Agama dan Perdamaian, World Council for Religio and Peace (WCRP), Anggota Dewan Pembina Institute Simon Perez, Penasehat pada International Dialogue Foundation on Perspektive Studies Of Syariah and Secular Law, di Den Haag, Belanda. Dan di majalah Asia Week dinobatkan sebagai “50 Tokoh Berpengaruh di Asia”.

Ketua Forum Demokrasi ini, karena  hubungan “feodal” santri-kyai, dan darah biru yang melekat sebagai keturunan (cucu) pendiri NU-Khadrat-u al-Syeikh Kyai Hasyim, serta  reputasinya di padang keilmuan dan arena politik praktis, membuat Gus Dur yang pernah kuliah di Al Azhar University, Cairo Mesir, dan Baghdad University, Irak, menjadi figure yang di “agung”kan oleh sebagian besar kalangan Nahdliyin. Sebagai tokoh pluralistic, Gus Dur dihormati oleh masyarakat etnik tionghoa dan masyarakat lintas agama.

Ketika Gus Dur berada di pusat kekuasaan, Gus Dur menuai banyak kritik dan hujatan karena kebijakannya cenderung “membingungkan” pasar. Sosok yang di”agung”kan ini, yang semula dianggap tokoh “Perekat Bangsa”, “Guru Bangsa”, “Bapak Demokrasi Indonesia” ahirnya juga tidak luput dari kritik pedas, caci maki, hujatan, karena dugaan keterlibatannya di skandal Bulogate dan kasus-kasus lainnya. Apa yang dilakukan Gus Dur di dalam dan di luar kekuasaan podo bae, Gus Dur dinilai  inkonsisten, Cuma cari perhatian dengan tampil beda, munafik, agen zionis, anggota partai Ba’ats (Irak), kerjanya Cuma jalan-jalan dan sebutan minor lainnya.

Maka dapat dipahami, jika sepak terjang dan gaya politik Gus Dur yang kontroversi itu jugalah yang konon menjadi salah satu factor cepat berahirnya masa kepresidenan Gus Dur.  Kasus buloggate plus kenekatan Gus Dur mengeluarkan Dekrit Presiden membubarkan DPR-MPR, juga telah mendorong lebih cepat jatuhnya Presiden Abdurrahman Wahid. Atau memang itupun scenario  “nyleneh” Gus Dur untuk mengantarkan “adiknya” (Megawati) ke kursi kepresidenan, hanya beliau yang tahu. Dan Presiden Abdurrahman Wahid alias Gus Dur diahiri masa jabatannya sebagai Presiden RI melalui Sidang Istimewa MPR, 23 Juli 2001.

Web terkait
gusdur.net
Abdurrahman Wahid
wahid institute

Links dalam terkait

Links luar yang terkait pemimpin;
Konsep Kepemimpinan dalam Islam
Menentukan Pemimpin Menurut Islam
Pengertian Kepemimpinan dalam Islam
Pemimpin dan Kepemimpinan Menurut Islam 
Perspektif Pemimpin dalam Islam
Pemimpin Islam Paling Berpengaruh di dunia 
Pemimpin dalam Islam 
Kisah Keadilan Para Pemimpin Islam
Politik Rakyat dan Tanggungjawab Pemimpin
Bung Karno TokohPemimpin Merakyat
Pemimpin dan Rakyatnya
Jokowi Pemimpin Rakyat Berjiwa Rocker Resensi Buku
The Leader of The People


Books about Islam Leader  
Islamic LeaderLeadership Books
Books About Indonesia