Selasa, 10 Maret 2015

Indeks keterampilan kognitif dan pencapaian pendidikan

Indeks keterampilan kognitif dan pencapaian pendidikan Indonesia dirilis sebagai yang terburuk dari 40 negara lain. Sebuah lembaga internasional yang khusus memberikan penilaian terhadap mutu pendidikan di dunia, beberapa waktu lalu menerbitkan hasil riset mereka pada tahun 2012-2014 hasilnya, Indeks keterampilan kognitif dan pencapaian pendidikan Indonesia berada pada rangking 40 dari 40 negara yang disertakan.

Ini menunjukkan, bahwa ternyata mutu pendidikan Indonesia belum menunjukkan  perubahan ke arah yang lebih baik dalam kurun waktu 10 tahun terahir. Bahkan jika kita mengutip pernyataan mantan menteri pendidikan Prof. DR. Ing. Djijohadikusumo sekitar 18 tahun yang lalu, posisi Indonesia di bidang pendidikan tetap masih tertinggal dibanding dengan negara lain. Prof. DR. Ing Wardiman Djojonegoro menyatakan bahwa, "bila dibandingkan dengan negara lain, termasuk ASEAN, tingkat pendidikan bangsa Indonesia rata-rata tertinggal 15-20 tahun". Baca, Politik Bisnis pendidikan Nasional.

Mutu pendidikan yang buruk, bukan hanya berkaitan dengan pencapaian indeks prestasi semata, melainkan juga terlihat dari perilaku sosial budaya. Kenakalan remaja seperti tawuran hingga pada tindakan yang menjurus pada perbuatan melawan hukum sering kita jumpai di berbagai media pemberitaan justru dilakukan oleh anak-anak usia sekolah dari usia TK hingga perguruan tinggi. Pelajar-Mahasiswa cenderung pragmatis. Sulitnya keluarga miskin bersekolah, mahalnya buku-buku yang harus dibeli, kesejahteraan guru yang masih dianggap belum memadai telah mendorong pada perilaku materialistis sebagian oknum pendidik dan penyelenggara pendidikan sehingga menambah lengkap buramnya wajah pendidikan di Indonesia. Fenomena sosial pendidikan yang demikian telah mewarnai dunia pendidikan kita dan tentunya, itu akan membekas di alam bawah sadar anak didik hingga menjelma menjadi karakter yang dapat menjurus pada perilku tidak baik di kemudian hari, ketika mereka menjadi bagian dari masyarakat negara.